Praktikum Routing


LAPORAN PRAKTIKUM
KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN
 Routing








KELOMPOK 7
Nama Kelompok :
ALFIN ASYRAFI TAMAMI
PRISMA ERWANDA
TEGAR SAMSA I.S.L

SMKN 1 UDANAWU
JURUSAN TKJ
SEPTEMBER 2018
 

1.      Tujuan Praktikum
a)      Siswa memahami konsep routing
b)      Siswa mampu melakukan konfigurasi static routing
c)      Siswa dapat mengetahui cara kerja routing statis

2.      Perangkat yang digunakan
a)      PC/Laptop dengan sistem operasi windows
b)      Software Packet Tracer

3.      Dasar Teori
a)      Router
Router adalah perangkat keras dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protocol yang sama. 
Fungsi router
Seperti yang kita ketahui, router berfungsi sebagai pengatur lalu lintas jaringan atau mengaturjalannya IP address dengan segment yang berbeda. Router sebenarnya memiliki fungsi ataupun kemampuan seperti berikut :
·         Mengatur jalur sinyal secara effisien
·         Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
·         Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
·         Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel twisted pair.

Router bekerja di lapisan ke-3 OSI layer.Secara umumnya tugas router adalah untukmenghantar/menghalakan paket dengan menggunakan metrik yang paling optimal ketujuanya, router hanya perlu mengetahui Net-Id (nomor jaringan) dari data yang diterimanya untuk diteruskan ke jaringan yang dituju.Cara kerjanya setiap paket data yang datang, paket data tersebut dibuka lalu dibaca header paket datanya kemudian mencocokan atau membandingkan ke dalam table yang ada pada routing jaringan dan diteruskan ke jaringan yang dituju melalui suatu interface. Untuk mengetahui network mana yang akan dilewatkan router akan menambahkan (Logical AND) Subnet Mask dengan paket data tersebut.


b)     Routing
Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork). Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingg paket-paket data dapat dialirkan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai Router.
Alur routing :
·         Proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju.
·         Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket.
·         Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket.
·         Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan
Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
·         Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
·         Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.
Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NET ID dan Default Gatewaynya.
Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routingmenggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.


Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang:
·      Alamat Network Tujuan
·      Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
·      Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).

Jenis-jenis routing
1.   Static Routing, Routing yang dilakukan secara manual oleh admin jaringan. 
·         Keuntungan : Lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing (penyerangan jaringan).
·         Kelemahan :Rentan terhadap kesalahan penulisan, lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing
2.   Dynamic Routing, Routing secara otomatis oleh sebuah router. Router membuat table routing secara otomatis dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya. 
·         Keuntungan : Lebih mudah untuk mengatur network yang besar, dan akan memilih jalur lain yang ada bila suatu jalur rusak
·         Kelemahan :Jalur ditentukan oleh sistem bukan admin,butuh RAM untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down dan update ARP table dibagikan ke semua komputer berarti mengkomsumsi bandwith. 



Perbedaan Spesifik Antara Routing Static dan Dynamic

Routing Static : 
·         Berfungsi pada protokol IP 
·         Router tidak dapat membagi informasi routing 
·         Routing table dibuat dan dihapus secara manual 
·         Tidak menggunakan routing protocol 
·         Microsoft mendukung multihomed system seperti router 


Routing Dynamic : 
·         Berfungsi pada inter routing protocol 
·         Router membagi informasi routing scara otomatis 
·         Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis 
·         Terdapat routing protoxol, seperti RIP / OSP 
·         Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX / Spx

Komponen Routing
1.      RIB (routing information base), Atau juga sering disebut table routing. RIB berisi daftar rute ke jaringan tertentu dan juga berisi metric (nilai/prioritas) dari masing-masing rute. Untuk table RIB bisa dilihat di menu IP > Routes > Routes List.

Fungsi RIB :
·         Menyaring informasi routing dari semua jenis routing protocol.
·         Mengkalkulasi dan memilih jalur terbaik ke jaringan tertentu.Mendistribusikan informasi routing ke routing protocol lain.

2.      FIB (Forwarding Information Base), Merupakan hasil olahan dari RIB yang telah tersaring atau informasi routing yang disimpan dalam cache. Secara default (bila tidak ada ‘routing mark’ yang digunakan) semua rute aktif akan ada pada tabel routing utama (main), pada komponen ini hanya ada satu rule implicit yang tersembunyi bernama rule catch all yang menggunakan tabel utama untuk semua pencarian routing
4.      Prosedur Praktikum
a)      Latihan
Melakukan routing dengan mebuat desain jaringan pada Packet Tracer . Desain jaringan yang dibuat seperti dibawah ini :

Langkah – langkah membuat desain dan routing :
·         ROUTER 4 Buah
·         Hub 4 Buah
·         PC 12 Setiap Router memiliki 1 hub dan 3 pc
·         Kabel serial DCE untuk ROUTER
·         Kabel STRAIGHT untuk Hub dan PC


Topologi

Lakukan pengaturan IP Address secara statis

Lakukan pengaturan IP Address secara dinamis pada router





·      Lakukan pengecekan keterhubungan antara 2 PC dengan ping pada command prompt. Lakukan dari PC0 ke PC1 dan sebaliknya
 PC0(2) ke PC1
PC1 ke PC0(2)




5.      Analisa
Routing digunakan untuk menghubungkan antar network yang berbeda agar setiap network dapat saling berhubungan dan meneruskan paket-paket jaringan. Untuk melakukan routing dibutuhkan sebuah perangkat yang dinamakan dengan router.Tanpa melakukan routing kita tidak dapat meneruskan paket jaringan atau terhubung dengan network yang berbeda.
Pada praktikum diatas dilakukan proses routing statis. Routing statis merupakan routing yang dilakukan secara manual oleh admin. Sehingga perlu untuk mengatur IP Address FastEthernet maupun serial satu persatu pada setiap router. Begitupula dengan proses routing. Pengaturan FastEthernet maupun Serial harus disesuaikan dengan fa/s yang digunakan pada router. Selain itu pengaturan IP address pada masing-masing PC.
Pengaturan routing pada desain packet tracer dilakukan pada tab CLI dari masing-masing router. Pada tab CLI harus dilakukan langkah-langkah dengan benar, dimulai dari mengaktifkan router dengan kata kunci enable, masuk konfigurasi router, masuk ke interface yang akan di setting IP nya memberikan IP dsb. Penulisan kata kunci dapat ditulis singkat selama penulisan masih dimengerti oleh CLI. Misalkan enable ditulis en/ena.
Ketika hanya melakukan pengaturan ip address , jaringan terhubung, tetapi saat dilakukan ping masih destination unreachable. Ini menunjukkan bahwa jarringan yang dituju masih belum terjangakau. Oleh karena itu perlu dilakukan routing. Melakukan routing ini juga dilakukan pada tab CLI dengan command seperti di bawah ini :

                            Command      Destination Network     Sub mask                   gateway
Sebagai contoh routing diatas dituliskan pada router0 . Maksudnya adalah ip route merupakan command untuk melakukan routing. Untuk menuju pada network 192.168.8.0 dengan subnet mask 255.255.255.0 dilakukan routing yang melewati gateway 10.10.10.4. Sehingga bisa juga dijelaskan bahwa routing harus jelas dituliskan tujuan network, dan gateway atau gerbang yang akan dilewati agar network tersebut dapat terhubung. 

6.      Kesimpulan
·         Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork). 
·         Melakukan routing harus setiap router melakukan setting ip route yang mengenalkan gateway ke router lain agar dapat melakukan pengiriman paket data dari  satu  jaringan  ke  jaringan lainnya.
·         Router  bertugas untuk  menyampaikan  paket  data  dari  satu  jaringan  ke  jaringan lainnya,  jaringan  pengirim  hanya  tahu  bahwa  tujuan  jauh  dari  router.  
·         Routing terdapat 2 jenis yaitu static routing dan dynamic routing.
-          Static Routing, Routing yang dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
-          Dynamic Routing, Routing secara otomatis oleh sebuah router. Router membuat table routing secara otomatis dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya. 
·         Pengaturan routing dalam packet tracer dilakukan pada masing-masing router pada tab CLI
·         Yang harus diatur dalam proses routing antara lain IP address masing PC dengan gateway yang terhubung, IP address jaringan FastEthernet maupun Serial, Routing dengan command ip route, network tujuan, subnet mask dan juga gateway atau interface terdekat yang dilewati untuk menghubungkan jaringan tersebut.




**********************************************************************************









Praktikum Routing dengan Server





Setting static router 1 


Setting static router 2

 Setting static router 3


Setting static router 4



Setting DHCP Router 4

Setting DHCP Router 2

Setting IP pada server (eth0) yang tersambung pada router


Setting IP pada server (eth1) yang tersambung pada jaringan baru


Setting DHCP pada server

Setting DNS pada server



Beri semua PC client IP DHCP dan static DNS server
a.

Salah satu contoh pemberian alamat IP DHCP
Pemberian settingan DNS server ini dilakukan pada Router DHCP

b.

Salah satu contoh pemberian alamat IP DHCP
Pemberian settingan DNS server ini dilakukan pada PC static



Kalau settingan benar maka pada semua PC akan bisa mengakses web yang telah disediakan oleh server


TABEL ROUTING
PC
IP
Subnet Mask
Gateway
DNS
PC0 (1)
192.168.1.2
255.255.255.0
192.168.1.1
10.0.0.2
PC1 (1)
192.168.1.3
255.255.255.0
192.168.1.1
10.0.0.2
PC2 (1)
192.168.1.4
255.255.255.0
192.168.1.1
10.0.0.2
PC0 (2)
192.168.3.2
255.255.255.0
192.168.3.1
10.0.0.2
PC1 (2)
192.168.3.3
255.255.255.0
192.168.3.1
10.0.0.2
PC2 (2)
192.168.3.4
255.255.255.0
192.168.3.1
10.0.0.2
PC0
192.168.2.2 - 192.168.2.254
255.255.255.0
192.168.2.1
10.0.0.2
PC1
192.168.2.2 - 192.168.2.254
255.255.255.0
192.168.2.1
10.0.0.2
PC2
192.168.2.2 - 192.168.2.254
255.255.255.0
192.168.2.1
10.0.0.2
PC0(3)
192.168.4.2 - 192.168.4.254
255.255.255.0
192.168.4.1
10.0.0.2
PC1(3)
192.168.4.2 - 192.168.4.254
255.255.255.0
192.168.4.1
10.0.0.2
PC2(3)
192.168.4.2 - 192.168.4.254
255.255.255.0
192.168.4.1
10.0.0.2
PC3
11.0.0.12 – 11.0.0.42
255.0.0.0
11.11.11.1
11.11.11.11
PC4
11.0.0.12 – 11.0.0.42
255.0.0.0
11.11.11.1
11.11.11.11
PC5
11.0.0.12 – 11.0.0.42
255.0.0.0
11.11.11.1
11.11.11.11
Laptop
11.0.0.12 – 11.0.0.42
255.0.0.0
11.11.11.1
11.11.11.11


Nama
Fa0
Fa1
Subnet Mask
Server
10.0.0.2 – 10.0.0.254
11.11.11.11
255.0.0.0





Router
Fa0/0
Fa5/0
Fa6/0
Subnet Mask
Router1
192.168.1.1
192.168.10.1
192.168.10.254
255.255.255.0
Router2
192.168.2.1
192.168.20.1
192.168.20.254
255.255.255.0
Router3
192.168.3.1
192.168.30.1
192.168.30.254
255.255.255.0
Router4
192.168.4.1
192.168.40.1
192.168.40.254
255.255.255.0


Permasalahan dan Kesimpulan

1.  Permasalahan
·        PC client tidak bisa mengakses web dengan nama yang sama walaupun IP DNS berbeda
·        Server tidak bisa meminta IP DHCP pada router
·        PC yang terhubung dengan switch ke server tidak bisa meminta IP DHCP
2.     Kesimpulan
Kita menjadi paham tentang menyetting ip dhcp, static, dan setting server serta kita bisa mengatasi troubleshooting yang kita alami. Dan kita lebih paham tentang ip privat dan ip public pc. Kita juga bisa menyetting akses point. Pc yg diluar jaringan server tidak dapat mengakses web yg telah dibuat oleh server.

Komentar

Posting Komentar